Menkopolhukam jelaskan polemik nobar film G30S/PKI dan Isu Penyelundupan 5000 Senjata

SHARE:

Suarakapuas.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jendral (Purn) Dr. H. Wiranto, SH menggelar konferensi pers di kantornya, Minggu petang (24/08/2017). Konferensi pers tersebut digelar untuk menyikapi polemik nonton bareng film G30S/PKI dan isu penyelundupan 5000 pucuk senjata yang tengah hangat diperdebatkan.
Menkopolhukam
Menkopolhukam, Jendral TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH

Berikut Penjelasan Menkopolhukam tentang Isu Politik Terkini tersebut sebagaimana dilansir dari detik.com :

PENJELASAN MENKO POLHUKAM TENTANG ISU POLITIK TERKINI

Seperti kita ketahui setiap menjelang pemilu apakah Pemilu Kada atau Pemilu Presiden dan Wakil Presiden suhu politik selalu memanas. Keadaan itu sudah berlaku sejak dahulu dan menjadi bagian dari pasang surutnya suhu politik dalam alam demokrasi. Pemerintah c.q. Kemenko Polhukam dan segenap jajarannya akan terus menjaga agar memanasnya suhu politik tersebut masih pada batas-batas kewajaran agar tidak menimbulkan instabilitas nasional yang tentu akan menganggu berbagai kepentingan nasional.

Menjelang bulan Oktober telah muncul berbagai isu yang cukup meresahkan masyarakat
dan telah menjadi perdebatan publik dengan berbagai spekulasi yang menggiring
terjadinya konflik horizontal yang perlu segera dihentikan agar tak mengganggu
kepentingan nasional. 

Oleh sebab itu perlu penjelasan resmi dari Kemenko Polhukam berkenaan dengan
beberapa isu miring yang telah tersebar di kalangan masyarakat baik lewat Media
Mainstream maupun Media Sosial. 

Pertama, mengenai pemutaran kembali Film Penghianatan G.30 S /PKI, dan ajakan untuknonton bareng bagi beberapa institusi merupakan hal yang tidak perlu diperdebatkan. Peristiwa 30 September 1965 adalah peristiwa sejarah kelam bangsa Indonesia. Masih banyak peristiwa serupa yang dialami bangsa Indonesia seperti pemberontakan DI/TII, Pemberontakan PRRI/Permesta,  Peristiwa Malari di tahun 1974 yang semua itu adalah rangkaian fakta sejarah yang sudah berlalu. Kita tidak mungkin memutar kembali jarum jam dan mengubah fakta sejarah sekehendak kita. Sejarah tersebut merupakan perjalanan bangsa yang dapat dijadikan referensi bangsa untuk menatap ke masa depan. Menonton film sejarah memang perlu bagi generasi berikutnya untuk memahami sejarah kebangsaan Indonesia secara utuh. Kita tak perlu malu, marah atau kesal menonton film sejarah. Ajakan atau anjuran menonton tak perlu dipolemikkan apalagi sampai membuat bangsa ini bertengkar dan berselisih. Anjuran Presiden untuk mempelajari sejarah kebangsaan dengan menyesuaikan cara penyajian agar mudah dipahami oleh generasi Milenium, merupakan kebijakan yang rasional. 

Kedua, informasi dari Panglima TNI tentang adanya institusi di luar TNI dan Polri yang akan membeli 5000 pucuk senjata standard TNI, tidak pada tempatnya dihubungkan dengan eskalasi kondisi keamanan, karena ternyata hanya adanya komunikasi antar institusi yang belum tuntas.  Setelah dikonfirmasikan kepada Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN dan instansi terkait, terdapat pengadaan 500 pucuk senjata laras pendek buatan PINDAD (bukan 5000 pucuk dan bukan standar TNI) oleh BIN untuk keperluan pendidikan Intelijen. Pengadaan seperti ini ijinnya bukan dari Mabes TNI tetapi cukup dari Mabes Polri. Dengan demikian prosedur pengadaannya tidak secara spesifik memerlukan kebijakan Presiden.  

Berdasarkan penjelasan ini diharapkan tidak ada lagi polemik dan politisasi atas kedua isu tersebut. 

Jakarta, 24 September 2017
Menko Polhukam

TTD

Wiranto
MENTERI KOORDINATOR


Heran Pengadaan Senjata Begitu Dipolemikkan

Dalam konferensi pers itu, Wiranto juga menyampaikan keheranannya tentang pembelian senjata saat ini begitu dipolemikkan. Sebelumnya, isu penyelundupan 5000 pucuk senjata yang disebut Panglima TNI, Jendral TNI Gatot Nurmantyo menjadi perbincangan publik, bahkan Presiden diminta untuk mengklarifikasinya.

Dalam penjelasan di atas, tak ada penyelundupan, yang ada adalah pembelian 500 senjata oleh BIN. Lalu mengapa sampai ada anggapan penyelundupan? 

Wiranto mengatakan banyak senjata yang dibutuhkan TNI, polisi, BNN maupun BIN. Ada spesifikasinya masing-masing.

"Biasanya pengadaanya juga tidak ramai, biasa aja, setiap ada kebutuhan kita beli dari Pindad, diproduksi Pindad, tak ada masalah," kata Wiranto dalam konferensi pers di kantornya, Minggu (24/9/2017).

Wiranto yang merupakan mantan Panglima TNI ini mengatakan sejak dia bertugas dulu, pengadaan senjata tidak pernah menjadi polemik. 

"Sejak saya jadi panglima, bahkan sebelumnya, Kasad, Kostrad, tidak pernah senjata dipolemikkan seperti sekarang ini," ujar Wiranto.

Pengadaan senjata, kata Wiranto, baru bisa dipolemikkan kalau itu penyelundupan dari luar. 

"Kecuali senjata selundupan dari luar, masuk ke Indonesia, itu barangkali, perlu kita waspadai dan kita perbincangkan secara spesifik. Pengadaan dengan APBN untuk kepentingan jelas maka tidak perlu dipolemikkan," kata Wiranto. (AS)


COMMENTS

Bitcoin
Nama

Banjir,1,Bengkayang,1,BNNP Kalbar,1,Bola,1,Breaking News,3,Equinox,1,Featured,3,Infografis,1,Kalbar,1,Kapolri,2,Kapolsek Ngabang,1,Kapuas Hulu,1,Ketapang,1,Kriminal,1,Kubu Raya,1,Landak,1,Melawi,18,Mempawah,1,Menkopolhukam,1,Muhammadiyah,1,Narkoba,1,Nasional,2,Obat PCC,1,Panwaslu Melawi,1,Pesona Kulminasi Khatulistiwa,1,Pilkada Kalbar 2018,5,Polda Kalbar Berkibar,1,Polisi,1,Polres Melawi,13,Polri,1,Pontianak,2,Pornografi,1,Saber Pungli,1,Sabu Pontianak,1,Sambas,1,Sanggau,1,Sekadau,1,Sepakbola,2,Singkawang,1,Sintang,1,Sutarmidji,1,Tag Patroli,1,Timnas,2,Tips,2,Tito Karnavian,1,Tugu Khatulistiwa,1,Video,2,Viral,1,Wisata Kalbar,1,Zero Illegal,1,
ltr
item
Suara Kapuas: Menkopolhukam jelaskan polemik nobar film G30S/PKI dan Isu Penyelundupan 5000 Senjata
Menkopolhukam jelaskan polemik nobar film G30S/PKI dan Isu Penyelundupan 5000 Senjata
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jendral (Purn) Dr. H. Wiranto, SH menggelar konferensi pers di kantornya, Minggu petang (24/08/2017). Konferensi pers tersebut digelar untuk menyikapi polemik nonton bareng film G30S/PKI dan isu penyelundupan 5000 pucuk senjata
https://4.bp.blogspot.com/-3Ejj3-kEiXE/Wce2VoanKnI/AAAAAAAAAMU/D4nVUvm_s84rdWjRzYzgGHwo8ygF3ABvACLcBGAs/s640/2108974886.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-3Ejj3-kEiXE/Wce2VoanKnI/AAAAAAAAAMU/D4nVUvm_s84rdWjRzYzgGHwo8ygF3ABvACLcBGAs/s72-c/2108974886.jpg
Suara Kapuas
http://www.suarakapuas.com/2017/09/menkopolhukan-jelaskan-polemik-nobar-film-g30spki-isu-penyelundupan-5000-senjata.html
http://www.suarakapuas.com/
http://www.suarakapuas.com/
http://www.suarakapuas.com/2017/09/menkopolhukan-jelaskan-polemik-nobar-film-g30spki-isu-penyelundupan-5000-senjata.html
true
804644869737755228
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy